Kamis, 05 Januari 2017

Memorista

Hai yoo wasaapp, bbm, line, path, Instagram, Twitter, evelibadih peopple in muka bumi yang lagi kejam-kejamnya ini, apa kabssss.....????? Fine, ini alay. But, whatever about it. Oke gengs, ini pertama kalinya ana ngeblog... Coret-coret galau, gelisah, gundah, dari pada ngomong sendiri sembari mewek dipojokan gara-gara film drakor (ikut-ikut jadi org hitz bisa meureun), mending ana gunakan jari ini untuk bekerja, biar barokah juga, kalau udah barokah kata Emak nanti masuk syurga. So, manfaatkan apa yang bisa kita lakukan selama itu mengandung hal yang positif (plis jangan salah arti). Benerkan gengs? Dibener-benerin ajalah biar ana seneng, please bahagiakan ana! Yo yo itu salam pembuka, salam pramuka, salam dari calon mantu buat mama mertua juga. waakkkssss.... Cukup!
Malam ini ana sedikit mau share cerita aje, bagaimana cara menghadapi kegalauan, keresahan, kecemasan, atau apalah itu namanya dengan tetap anggun dan tidak riweuh (padahal guaaa banget), yang pastinya kite-kite pade sebagai orang Indonesia original tidak akan lepas dari problem-problem yg ada baik itu perihal pasangan, gebetan yang ditikung teman, teman yang ditikung mantan, dan mantan ditikung tukang kredit, baahhhhh syediihhhh.... Menurut ana yeaahh gengs, ketika kita dihadapkan dengan sesuatu yang bikin ati lu nyesek kaya mau buka mata aja lu kagak kuat, apalagi jalan dengan kaki sendiri, woowww I feel you want to kill tetangga lu yang lagi berisik, tukang kredit yang nagih utang, tukang bakso yang saat dibutuhkan tiba-tiba dia menghilang kaya gebetan lu misalnya, lalu pindah kewarganegaraan ke konoha dan tinggalah bersama Naruto, hidup bahagia dikelilingi para ninja yang pastinya mereka akan melindungi lu dari cobaan gebetan yang diculik tetangga, tukang panci, tukang tahu bulat, dsb.
Yapz, hal pertama yang wajib kita lakukan disaat kondisi kita sedang dalam posisi yang tidak enak, bersabarlah. Ingat Tuhan, banyakin dzikir, tenangin hati, dekatkan diri pada Illahi, bermufakatlah antara pikiran dengan hati. Ingat ya, mengeluh dapat menyebabkan kenegatifan pandangan hidup terhadap hal-hal yang tadinya baik akan berubah menjadi buruk. Hidup mah jalani, sesakit apapun semesta tidak akan memandangmu sebagai orang yang patut dikasihani, dan matahari akan selalu terbit dengan cantiknya. Segala yang terjadi adalah cerita Tuhan, kita aktrisnya bermain anggunlah. kagak usah lah kita wawar-wawar di sosmed (nasehatin diri sendiri sih sebenarnya) waakkksss, berorasi lu lagi sakit hati, lu lagi patah hati, lu patut dikasihani, lu berasa org yang paling menderita padahal diluar sana banyak syekaleh orang yg lebih tidak beruntung daripada lu lu pade *ehh kakak-kakak cakep maksudnya, maafin dedek... :)
Nah, selain itu hal kedua, lu boleh gengs menumpahkan perasaan lu lewat kata-kata, tapi plisss kagak usah yang berlebihan, karena segala sesuatu yang berlebihan kan tidak baik (kata Emak gua sih gitu), contohnya: Lu ngepost yang bikin orang-orang kesindir dengan kicauan lu, yang disindirnya satu yang kesindirnya ribuan umat kan repot urusannya, belum lagi kalau lu ngepost sembari selingkuh dengan siluman gagang panto. Udah, posting aja yang sekiranya manfaat buat diri sendiri seperti kata-kata motivasi, kata-kata penguat hidup supaya nafasnya masih segar, terlebih bermanfaat juga untuk orang lain. Ga usah lah, posting kata-kata kasar, kata-kata yang menurut lu gahol padahal kalau Emak lu baca, dia akan menghapus nama lu dari kartu keluarga, yakin ana.
Yukk,,, mulai yuuu bermain angggun dengan keresahan dan masalah-masalah yang ada. Lakukan hal yang positif, bisa jadi dari keresahan-keresahan itu kita menemukan bakat, jadi penulis misalnya. Sedikit quotes malam ini , "Hidup ini perjalanan panjang yang tidak selamanya mulus, entah pada hari ke berapa, jam ke berapa, kita akan dihadapkan dengan kesakitan yang harus kita lalui. kita tidak tau kapan hidup akan membating kita, menjerumuskan kita dalam sekali, yang kemudian kita terduduk dan kita harus mengambil keputusan, namun bersiaplah untuk itu. Dan saat hidup menyuguhkan kita pada rasa takut, berkatalah pada kalbu: "Wahai hati, bahagialah. Sebab kebanyakan hal yang ditakuti adalah tipu daya ilusi."
Yoooossshhhhhh......... ana kagak tau ini nyambung atau kagak, yang pastinya semoga tulisan ini bermanfaat bagi yang baca, dan barokah bagi jari ana. Aamiin...
Salam lemper gengs... Bayyyyssss....

Selasa, 03 Desember 2013

Puisi "Ayah"

Dia tempat keluh dan kesahku
Dia semangatku
Disaat ku terkulai lemas, dialah motivasi hidupku
Membangkitkan jiwa untuk tetap tegar berdiri
Ayah, engkau jendela hidupku
Engkau sejuta angan dalam jiwaku
Ayah, terimakasih atas kasih sayangmu
Engkau berikan semua yang terindah
Engkau ajarkan aku menjadi  yang terbaik
Kasih sayangmu tak’n pernah pudar
Akan selalu ada dalam genggaman tangan dan setiap hembusan nafas ini
Engkau ayahku...

Ayah terhebatku ... J

Cerpen "Kasih Sayang Ayah"





Kasih Sayang Ayah 

          Tidak pernah sedikitpun terlintas di pikiran ku bagaimana tentang perjuangan ayah. Karena memang sejak aku kecil, aku selalu ditinggalkan ayah untuk mencari nafkah demi ibu, aku, dan adikku. Pekerjaan lah yang memaksakan ayah untuk berjauhan dengan kami. Tepatnya dia sekarang sedang menjalankan tugasnya di Banten. Malam itu, aku duduk sambil nonton tv bersama ibu dan adik ku. Tiba-tiba suara handphone ibu berbunyi, dan ibu pun mengangkatnya.
          “Ia, wa’alaikumsalam” terdengar suara ibu menjawab salam.
Aku pun masih dengan keasyikanku menonton tv, dan ternyata yang nelepon itu ialah ayah.
          “Lagi dimana?” kata ibu sambil mengloadspeakerkan suara telephone nya.
          “Masih di tempat kerja, lagi nunggu hujan reda.” Kata ayah dengan suara lirih.
          “Kenapa belum pulang? Padahal udah malam.” Kata ibu khawatir.
“Tadi ada kecelakaan kecil, waktu ayah lagi istirahat tanah yang mau dibuat jalan itu longsor, hampir saja beku nya ikut jatuh, tapi alhamdulillah diselamatkan para pekerja lainnya.”
Aku pun terkejut mendengarnya, tapi aku masih santai dengan menonton tv. Padahal aku tak pernah merasakan betapa mirisnya yang sedang di alami ayah pada malam itu.
Setelah lama ayah dan ibu berteleponan, lalu handphonenya di matikan dan ibu mulai berbicara kepada aku dan adikku.
“Kak, De, kata ayah harus rajin belajar, agar nanti kelak dewasa kalianlah yang menggantikan ayah bekerja. Saat ini ayah bekerja siang malam itu hanya untuk membiayai kalian sekolah, agar suatu saat nanti kalian sukses, dan ayah bekerja itu tidak sia-sia. Saat ini perusahaan bos ayah sedang ada masalah, jadi kita berdo’a agar ayah dan pekerjaan nya baik-baik saja”. Lirih ibu.
          “Ya bu.” Jawab ku sekenanya.
          “Kapan ayah pulang bu?” Adik ku angakat bicara.
          “Masih lama.” Jawab ibu.
          “Wah,, padahal dede sudah ingin beli mobil-mobilan yang bagus.” Kata adik ku.
          “Hadeuhh.................” aku menggelengkan kepala. Ibu hanya tersenyum melihat kami berdua.
Pada saat itu juga, aku ingin memeluk ayah, aku tak pernah memikirkan bagaimana ayah bekerja keras siang malam hanya demi kita keluarganya. Ayah rela hujan-hujanan di malam hari hanya demi kami. Tapi aku malah enak-enakan menikmati hasil ayah bekerja. Kini aku tau, betapa besarnya kasih sayang ayah terhadap kami. Aku bangga memiliki ayah seperti itu, tapi aku sadar aku belum bisa memberikan yang terbaik untuh ayah.